Pup di Kereta

Posted by

Proud of my daughter.

Tadi di kereta purwokerto – jakarta, tiba-tiba dia bilang (maaf) “eek.. eek.. eek..” Mak bapaknya tau sih dia bakalan pup, tapi karena dia sudah pakai pengaman (baca: popok) maka kami menyuruhnya pup di popok saja.

Yg pernah naik kereta tau lah ya pipis/pup di sana butuh “perjuangan”, nahan goncangan cukup keras akibat kereta yg berjalan sambil menuntaskan buang hajat. Malaslah saya mengajaknya ke toilet kereta.

Nah, ternyata si Hani msh aja terus ngomong “eek.. eek..” akhirnya sy menyerah, sy mengajaknya ke toilet dan alhamdulillah muluslah acara buang hajat di toilet. Dia jongkok di toilet sambil kedua tangannya saya pegangi. Sementara saya sendiri, bersandar pada pintu toilet yang sudah dikunci untuk menjaga keseimbangan agar tidak jatuh. Memang rempong buang hajat di kereta hahaha..

Sehabis itu saya langsung memberinya pujian, “Anak bunda yang pintar, hebat sekali kalo pup maunya di wc”. Pujian yg rinci, gak sekedar basa basi, tp menyebut alasan kenapa ia dipuji adalah salah satu cara “mendidik” anak untuk meneruskan kebiasaan baiknya, begitu kata salah seorang psikolog yg saya kenal.

Alhamdulillah bgt, Hani di usianya yang 28 bulan sudah cukup paham bahwa seharusnya pup itu di toilet. Sebelum-sebelumnya memang sudah mulai dibiasakan sih hehe..

Semoga ke depannya, Hani makin pintar juga solehah, aamiin. Mak bapaknya juga bisa jadi ortu yang baik dan penyabar. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *