Melatih Makan Sendiri

Posted by

​Mengajarkan kemandirian kepada anak sejak dini sudah menjadi salah satu kesepakatan saya dan suami. Kami tidak ingin anak-anak nanti tumbuh menjadi anak yang menyusahkan karena tidak bisa mandiri dan biasa dilayani. Kami ingin anak-anak bisa membantu dirinya sendiri dan tidak bergantung pada orang lain. 

Alhamdulillah, anak pertama kami yang saat ini berusia 5 tahun, sudah cukup terlatih kemandiriannya. Sebelum usia 2 tahun, dia sudah lulus toilet training. Dia mampu mengungkapkan apa keinginannya. Usia 3-4 tahun, sudah bisa mandi sendiri, pakai baju dan melepas baju sendiri, memakai kaus kaki dan sepatu sendiri, membereskan mainannya sendiri walau masih perlu dimotivasi, bikin susu atau teh sendiri, mengambil minum sendiri dari dispenser. Alhamdulillah cukup banyak juga. 

Hanya saja ada beberapa hal yang dia belum bisa mandiri. Atau sangat sangaaat perlu dimotivasi ketika melakukannya. Hal ini menjadi concern dan target saya juga.  Karena itu, ketika anak saya berulangtahun ke-5 beberapa minggu lalu, saya, suami, dan anak saya menggelar family forum. Kami membahas tentang harapan-harapan kami kepadanya, kesepakatan bersama, konsekuensi serta reward

Ada beberapa hal menyangkut poin kemandirian. Salah satunya, tentang makan sendiri. Kalo di sekolah, biasanya anak saya bisa makan sendiri. Karena memang anak-anak diajarkan untuk mandiri dan menolong dirinya sendiri. Tapi ya itu, kayaknya sih yang dimakan juga cuman sedikit. Pernah saya nanya, makan apa hari itu? Dia jawabnya ada sup sayur tapi makan kuahnya aja. Duh banget kan. Sedangkan kalau di rumah, biasanya anak saya minta disuapin atau (salahnya) saya sendiri juga berinisiatif untuk nyuapin. 

Jadinya memang bukan murni salah anak sih. Karena saya sebagai orang tuanya tidak berkomitmen dan konsisten mengajarkan anak mandiri dalam hal makan. Saya sendiri nyuapin anak karena ingin memastikan apa yang masuk ke dalam tubuh anak saya, kuantitas dan kualitasnya mencukupi. Soalnya, anak saya agak sulit makan (picky eater). Untuk makan pun dia kadang males-malesan. Makanya, saya agak takut membayangkan, kalau suatu saat diminta berlatih makan mandiri, gimana yaaa, takut anak makin kurus karena males-malesan makan 😐

Lalu saya merasa bahwa ini semua perlu diakhiri sedikit demi sedikit. Saya gak mau anak saya disuapin terus menerus. Kami lalu bersepakat bahwa sejak usianya 5 tahun, gak ada lagi yang namanya makan disuapin. Kecuali memang keadaan darurat, misalkan dia lagi sakit. 

Aku bisa makan sendiri 🙂

Gak hanya menuntut, saya dan suami mencoba membantunya. Kami menanyakan apa yang bisa kami bantu untuk membuatnya senang makan sendiri. Lalu, kami membelikannya kursi pendek berwarna ungu. Kursi tersebut adalah kursi khusus yang digunakan saat makan. Tingginya pas banget dengan meja tempat anak saya bisa menaruh piring makannya. Sehingga dia tidak perlu kesulitan ketika menyendok makanan. 

Kami juga membantunya memotong-motong lauk yang agak keras, seperti daging. Dia tinggal menyendoknya dengan nasi. Untuk nasi kadang dia mengambil langsung ke rice cooker supaya dia bisa mengatur sendiri porsi makannya atau diambilkan oleh saya dengan tetap menanyakan persetujuannya. Ketika sedang makan, kami pun membersamainya. Saya, suami dan adiknya ikutan makan bareng di sebelahnya. Alhamdulillah anak saya menjalankannya dengan riang. 

Saat ini, sudah minggu ke-2 dia makan sendiri. Makin lama, dia makin mahir. Juga, makin cepat waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskan makanannya. Alhamdulillah, ternyata benar, ya yang dibutuhkan adalah konsistensi. Terutama dari kedua orang tuanya. Juga motivasi serta apresiasi. Tiap selesai makan, saya suka memujinya “Alhamdulillah, Kakak mantap. Sudah menghabiskan makanannya dengan makan sendiri. Gak disuapin lagi. Tuh, kakak bisa kan ternyata. Kapan-kapan kalo adek dah gedean, tolong diajarin bisa makan sendiri ya kayak Kakak!”. Dan dijawabnya dengan antusias ” OKE, bun!!”.

#Level2

#KuliahBunSayIIP

#MelatihKemandirian

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *