“Aku Bangga Padamu!”

Posted by

Usaha anak untuk mandiri patut sekali diapresiasi. Tujuannya supaya anak merasa bahwa usaha yang telah dilakukannya itu berharga. Dan di kemudian hari ia tidak ragu untuk terus mempertahankan dan mengembangkan kemandiriannya.
Dulu ketika usia Hani sekitar 3-4 tahun, saya sempat membuat tantangan kemandirian untuknya. Targetnya ketika itu makan sendiri selama 30 hari. Jika hari itu ia berhasil makan sendiri, maka ia akan mendapat reward berupa bintang yang bisa ditempel di kertas kemandiriannya. Jika sudah terkumpul 30 bintang, maka saya janji akan membelikannya mainan masak-masakan yang kompornya bisa mengeluarkan suara. Itu bentuk apresiasi dari saya. 

Singkat cerita, ia berhasil mengumpulkan 30 bintang dengan sangat susah payah. Mainan masak-masakan akhirnya dimilikinya. Seneng banget dong anaknya. Tapi gak lama sesudah itu, konsistensi makannya goyah. Mungkin dipikirnya karena tujuan sudah tercapai. Mission accomplished! Mainan masak-masakan sudah di tangan. Gak ada kewajiban makan sendiri lagi. 

Sebenernya, gak cuman salah anak sih, tapi ada andil kesalahan orang tua juga di dalamnya. Habisnya, gak tega ngeliat kok timbangan gak naik-naik juga ya. Alhasil, saya pun mengintervensi. Saya suapin lagi. Pokoknya nasi di piring yang sudah saya ambilkan harus habis. Dan, buyarlah semua soal kemandirian tadi.

Nah, walau katakanlah sedikit terlambat, di usia Hani yang ke-5 tahun kemarin, poin makan sendiri dimunculkan lagi. Kali ini bener-bener serius! Sudah pernah juga ya saya ceritakan. 

Baca juga: Melatih Makan Sendiri 

Bedanya, sekarang apresiasi yang saya berikan bukan berupa benda. Saya lebih suka memberinya pujian, acungan jempol, dan pelukan. 

“Aku bangga padamu!”

“Karena sudah berhasil menghabiskan makanannya. Dengan makan sendiri dan gak disuapin. Insya Allah, selanjutnya lebih dipercepat ya,” ucap saya yang disambut oleh loncatannya dan binar-binar matanya. Lalu, dia pun memeluk saya. 

Buat saya, kalimat pujian itu rasanya lebih “resep”, lebih ngena di hati saya dan Hani. Hangat dan memotivasi. Dan saya percaya, kalimat pujian itu akan jadi salah satu memori positif yang bisa diingat-ingat olehnya ketika ia membutuhkan. 

#Level2

#KuliahBunSayIIP

#MelatihKemandirian

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *