Ketika Sakit Melanda

Posted by

​Pulang dari Malang, kami sekeluarga kena batuk pilek. Kompak banget deh. Alhamdulillah-nya, sakitnya gak dateng pas kami lagi liburan di Malang. Dia seperti tahu jadwal, datang bertamu sesudah liburan 😅

Kondisi badan yang nge-drop ini sedikit banyak mempengaruhi mood anak saya untuk makan. Terlebih harus makan sendiri. Tadi siang saja anak saya yang biasanya jumpalitan batere gak abis-abis, terlihat lemas. Habis bermain sama saya, dia langsung ngomong, “Bunda, aku mau tidur siang aja”. Tumben banget loh. Dalam sejarahnya dia, tidur siang hanya dilakukan kalau dia memang lagi gak enak badan. Selebihnya? Gak pernah tidur siang. Tancap terus mainnya! 

“Tapi, kamu kan belum makan siang. Habis makan aja ya, baru tidur. Oke?”, bujuk saya.

“Gak mau. Aku capek”, kata anak saya lemas.

Di sini, saya merasa dilema. Rasanya pengen saya suapin aja. Tapi, dia kan lagi belajar makan mandiri. Nanti kalo disuapin keterusan gak ya minta disuapin lagi besok-besoknya. Galau berkecamuk di dada.

Gak lama, suami saya datang. Dia bertanya apakah kami semua sudah makan. Saya jawab kalau saya dan si Kakak belum makan. Kagetlah dia karena sudah hampir jam 02.30 sore ketika itu. 

Suami yang tahu kalau anak lagi sakit, tanpa ragu langsung menawarinya untuk disuapin “Ayo sini, makan sama ayah”. Anak saya agak kaget sama tawaran ayahnya. Tapi tentu saja dia menyambutnya dengan senang. Suami mulai menyuapi sambil mengajaknya ngobrol dan memotivasinya.

Saya diam saja karena saya setuju dengan tindakannya. Ah ya, memang ada pengecualian pada kondisi-kondisi tertentu, seperti saat sakit. Orang dewasa saja kalau lagi sakit rasanya lemas sekali, jadi sedikit malas gerak, inginnya istirahat dan kalau bisa dilayani, kan. Apalagi anak-anak. 

Yang harus selalu diingat bahwa anak-anak adalah anak-anak, bukan orang dewasa dalam bentuk kecil yang bisa dipaksa dengan keras untuk melampaui batasan dirinya. Bentuk pendekatan dalam menanamkan nilai-nilai kemandirian atau perjuangan itu berbeda dengan orang dewasa. Jangan hanya karena target kemandirian, kita sebagai orang tua lupa berempati dengan anak kita. 

#Level2

#KuliahBunSayIIP

#MelatihKemandirian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *