Belajar Memilah Sampah

Posted by

Sudah lama sekali saya ingin memilah sampah rumah tangga menjadi organik dan anorganik. Salah satunya karena terinspirasi dari tetangga saya yang sering menimbun sampah dapurnya di tanah. Hal lainnya karena saya sendiri merasa geli setiap melihat sampah yang bercampur baur jadi satu. Sampah seperti sisa makanan, kulit buah, potongan sayuran, popok bayi sekali pakai, tisu, plastik dll dsb bercampur menciptakan perpaduan bau dan tampilan yang sungguh luar biasa emmm bikin nafsu makan berkurang. Makanya kenapa sesi membuang sampah ke tong sampah komplek saya serahkan kepada suami hehe. Alhamdulillah, katanya suami sih gak ngerasa geli atau jijik ketika melakukannya. Keren! Two thumbs up for you hihihi.

Jadi kebayang, betapa tidak menyenangkannya ya pekerjaan para tukang sampah itu. Berkeliling setiap hari dari rumah yang satu ke rumah yang lain untuk mengambil sampah orang lain yang lebih sering acak-acakkan kemudian mengantarkannya ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Di TPA, sampah-sampah tersebut menumpuk dan lama kelamaan menjadi gunung. Pekerjaan memilah sampah pun jadi lebih sulit dilakukan oleh mereka. Bagaimana memisahkan sampah yang masih bisa dimanfaatkan lagi atau didaur ulang dengan sampah lainnya.

Karena itu, jika ingin mengurangi beban pekerjaan para tukang sampah juga mengurangi permasalahan sampah itu sendiri, sepertinya memang harus dimulai dari lingkup terkecil, yakni dari sumber sampahnya. Sampah rumah tangga adalah salah satu sumber sampah terbesar.  Jadi, pemilahan sampah sangat baik dimulai dari memilah sampah rumah masing-masing.

Saya pun mengutarakan ide memilah sampah kepada suami dan si Kakak. Mereka berdua menyambutnya dengan baik. Berhubung suami saat ini sedang tugas di luar kota, maka pengerjaan awal diserahkan kepada saya dan si Kakak.

Kemudian saya menjelaskan kepada Kakak bahwa mulai hari ini kita akan memiliki 2 tempat sampah. Yang pertama, untuk sampah organik dan kedua sampah anorganik. Secara sederhana, sampah organik adalah sampah yang mudah membusuk, seperti sisa makanan, sayuran, buah-buahan, nasi, daging, ikan, dedaunan. Sedangkan, sampah anorganik adalah sampah yang tidak mudah membusuk dan sulit diuraikan, seperti plastik, kantong kresek, botol, kaleng, kertas, kaca. Kakak cukup paham karena di sekolahnya juga sudah dibiasakan untuk membuang sampah dengan dipisah.

Saya mencetak kertas bertuliskan sampah organik dan anorganik. Lengkap dengan gambar apa saja yang termasuk sampah organik ataupun anorganik. Supaya memudahkan anak untuk mengingat. Setelah itu, Kakak membantu menempelkan kertas tersebut di tempat sampah. Kami menggunakan kardus bekas yang ditinggikan untuk tempat sampah anorganik. Dan tempat sampah yang sudah ada duluan di rumah menjadi penampung sampah organik. 

Kakak membuat tempat sampah anorganik
Tempat sampah organik

Rencananya, sampah organik akan dibuang dengan cara ditimbun di tanah.Hasil dari googling, sampah organik yang ditimbun di tanah tadi bisa menjadi kompos dalam waktu sekitar 3-4 minggu. Tanah pun menjadi lebih subur untuk ditanami. Wah, keren ya.
Baca artikel Menimbun Sampah Organik: Menyuburkan Tanah dan Mengurangi Masalah Sampah

Oya, khusus sampah popok bayi sekali pakai yang cukup banyak juga rencananya akan disendirikan di tempat khusus. Walaupun popok termasuk sampah anorganik tapi agak geli juga jika dicampur dengan sampah anorganik lainnya. Maaf, saya emang orangnya geli-an xD Nah masih dari hasil googling, ternyata bekas popok ini bisa juga dimanfaatkan untuk media tanam karena bisa menampung air.

Baca artikel Manfaatkan Limbah Pampers untuk Tanaman

Caranya juga mudah, cukup dengan memasukkan bekas-bekas popok ke kantong polybag atau pot lalu tambahkan tanah dan arang di atasnya untuk menutupi popok. Siap deh digunakan untuk menanam. Katanya sih begitu ya, tapi saya belum praktekkin. Insya Allah akan dicoba nanti.

Sedangkan untuk sampah anorganik lainnya, rencananya akan dibungkus jadi satu dan ditaruh di tong sampah besar di komplek. Biar tukang sampah yang mengambilnya. Dan, semoga bisa didaur ulang kembali.

Tentang program memilah sampah ini, Kakak sangat antusias melakukannya. Tiap membuang sampah dia selalu bertanya kepada saya, mencari jawaban apakah yang dia lakukan benar. Alhamdulillah, semoga proyek keluarga yang satu ini bisa konsisten dilakukan. Juga bisa memberi manfaat tidak hanya untuk kami sekeluarga. Tapi secara gak langsung turut memudahkan para tukang sampah dalam melakukan tugasnya.

#TantanganHariKeduabelas

#Level3

#MyFamilyMyTeam

#KuliahBunsayIIP

2 comments

    1. aamiin, makasih yaa mba. Maaf tak kira kemarin cowok haha, karena namanya mirip cowok, kecuali nama belakangnya xD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *