Pengamatan Gaya Belajar Anak – Hari 1

Posted by

Hari ini, hari Sabtu yang berarti Kakak tidak sekolah. Dia bangun dengan semangat karena dia tahu berarti pagi ini dia bisa main di rumah temannya cukup lama. Seperti biasa, sebelum main keluar, saya mensyaratkan dia untuk menyelesaikan rutinitas paginya, yakni mandi dan sarapan. Tapi sebelum memulai rutinitas pagi, si Kakak tiba-tiba nyeletuk, “Ah ya, aku ada PR. Harus dikerjakan nih,” sambil membuka buku aktivitas baru hasil berburu di pameran buku import BBW. 

Yak, begitulah. Kakak itu rajin banget beraktifitas. Dia suka mengadakan kegiatan untuk dirinya sendiri. Padahal ya, di sekolahnya itu gak pernah ada PR. Ayah bunda pun gak pernah memberikan PR. Kakak sering banget minta belajar sendiri atau minta diajarkan hal yang menarik minatnya, seperti membaca, menulis, berhitung. Alhamdulillah, Kakak sudah bisa calistung sederhana sebelum usianya menginjak 5 tahun. Karena Kakak sendiri yang minta diajarkan lalu ia rajin mengulangnya sendiri hampir setiap hari tanpa paksaan apapun. Di sekolah? Baru pengantarnya saja yang dibekalkan pada anak, seperti pengenalan huruf vokal dengan pasir, dll. Oya, selama prosesnya “belajar sendiri”, Kakak biasanya fokus mengerjakan sambil tetap bergumam-gumam kecil seperti berbicara pada diri sendiri.

Balik lagi ke hari ini, setelah mengerjakan beberapa halaman di buku aktivitasnya, Kakak kemudian berangkat mandi. Kali ini dia minta mandi sendiri. Biasanya ketika weekend, Sabtu dan Minggu, saya beri kebebasan pada Kakak untuk mandi sendiri. Alhamdulillah sudah cukup bisa walaupun untuk berkeramas Kakak masih sering dibantu. Terutama ketika membilas rambut, Kakak merasa tidak nyaman ketika air mengalir mengenai matanya. Pasti langsung cari handuk atau apapun yang bisa digunakan untuk mengucek mata. 

Setelah mandi, Kakak berpakaian sendiri. Dia yang memilih baju apa yang akan dikenakan. Lalu, dia segera pamit pada saya untuk bermain ke rumah tetangga. Biasanya dia dan temannya main pretend play, jadi dokter lah, jualan lah, masak-masakkan lah. Sepanjang bermain, biasanya Kakak lebih mendominasi dengan terus berbicara dan mengarahkan sana sini. Mungkin karena faktor teman bermainnya juga lebih muda usianya dibandingkan dia. Selain bermain pretend play, Kakak juga suka berkegiatan di luar seperti bermain sepeda. Kakak sudah bisa bersepeda roda dua sejak usia sekitar 4,5 tahun. 

Setelah puas bermain, Kakak pulang ke rumah dan ikut kami sekeluarga pergi ke toko. Di sepanjang perjalanan, Kakak jarang sekali bisa duduk manis memperhatikan jalan. Biasanya dia suka berdiri-diri lalu melongok ke bagian tengah mobil, mengajak saya dan adiknya bermain. Iya, posisi Kakak di depan, di samping ayahnya yang menyetir. Karena kadang merasa terganggu, ayahnya suka mengalihkan perhatiannya dengan mengajaknya bermain atau bernyanyi atau sekedar ngobrol di mobil. 

“Yah, Kakak kok gak diajak ngobrol”
“Ayoooo kita ngomongin apa nih?”

Kerap kali kalimat-kalimat tersebut keluar dari mulut Kakak. Padahal ya, dia tadi sudah diajak ngobrol. Berhenti sebentar saja, Kakak biasanya menagih minta diajak ngobrol lagi. Saat-saat seperti ini, sering kami manfaatkan dengan bercerita banyak hal menarik juga kadang menyisipkan kosakata baru yang belum pernah didengarnya. Biasanya Kakak akan mengulang-ulangnya dan sangat mengingatnya. 

Kadang di mobil pun, Kakak bisa juga loh main pretend play. Misalnya tadi, Kakak menemukan sepotong kertas bekas coretannya di mobil. Kakak mengambilnya lalu melipat tengahnya. Kakak menyerahkan kertas tersebut pada saya sambil berkata, “Ini ada surat dari Kakak buat bunda dan adik”. Saya diminta olehnya membacakan surat tersebut, padahal kosong gak ada tulisan apapun. Selain main surat-suratan tadi, Kakak juga pretend play mengendarai pesawat. Pesawatnya tiba-tiba mendarat di gunung karena lupa ke bandara. Katanya sih mendarat di gunung berapi. Lalu saya menanggapi dengan beragam pertanyaan dengan maksud menstimulasinya untuk berpikir. Saya bertanya apakah tidak berbahaya mendarat di gunung berapi dan lain sebagainya. Apakah di gunung berapi ada landasan datarnya? Tepatnya di mana pesawatnya mendarat? Dan lain sebagainya. 

Sesampainya di toko, Kakak melanjutkan kegiatan dengan membaca buku. Dia minta dibacakan buku oleh saya. Ada 7 buku mini tentang Peppa Pig yang kami baca siang tadi. Saya membaca dengan mengeraskan suara, menyesuaikan intonasi dengan jalan cerita, berperan menjadi beragam tokoh, intinya dengan penghayatan. Kakak mendengarkan dengan seksama sambil sesekali menimpali. 

Selesai dibacakan buku, Kakak makan siang. Dia makan sendiri. Tapiiii, sesi makan hampir selalu dilewati dengan sangat lama, sampai terkadang saya kesal sendiri. Padahal saya dan utinya suka membantunya untuk menyendok lalu baru dia yang memasukkan sendok tadi ke mulutnya. Sudah dipermudah tapi makannya masih sangat lama. Karena biasanya, Kakak makan sambil nyambi. Terutama nyambi ngobrol. Ngobrol 10 menit baru makan, lanjut lagi ngobrol dan begitu seterusnya. Ada saja yang diomongin atau ditimpalin olehnya. 

Selesai makan, Kakak mencari kegiatan lagi. Kali ini, dia bermain puzzle yang saya install di laptop saya. Kakak biasanya main sendiri tanpa bantuan walaupun puzzle yang diselesaikan adalah puzzle baru. Oya dia suka sekali bermain di laptop jika ada suaranya. Kalau gak ada suara, Kakak berisik banget meminta suaranya dinyalakan. 
Kami sampai di rumah lagi pada sore hari. Sesampainya di rumah, Kakak bergegas mandi lalu berganti baju kemudian main lagi ke rumah tetangganya. Kakak lalu mengajak temannya main ke rumah kami dan main pretend play. Luar biasa memang energinya. 

Habis maghrib, Kakak ditemani ayah bermain lagi. Kali ini bermain lego yang kami beli ketika pameran buku BBW. Kakak dibantu ayah memasang-masang lego yang berukuran kecil-kecil. Dia senang sekali. 

Setelah puas bermain, Kakak dan Adik beristirahat. Hari yang melelahkan! Bayangkan hampir tiap hari seperti itu :mrgreen::)

Intinya: hari ini, saya melihat sisi auditori Kakak sangat menonjol. Walau ada kombinasi juga dengan gaya kinestetik. 

#Tantangan10Hari

#Level4

#GayaBelajarAnak

#KuliahBunsayIIP

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *