Setiap Anak adalah Bintang (2)

Posted by

Dua hari ini, bintang kami yang paling besar masih suka-sukanya bernyanyi. Segala macam lagu anak ia nyanyikan sambil berlagak seperti penyanyi beneran dengan mikrofonnya. Walaupun menurut saya nada-nada yang ia nyanyikan kadang meleset tapi saya menghargainya. Apakah ia menyimpan bakat atau passion dalam hal ini? Saya sendiri tidak bisa menjawabnya dengan pasti. 

Selain bernyanyi, Kakak sedang rajin mengasah kemampuannya untuk membaca.  Ia melakukannya sendiri tanpa paksaan saya. Mencoba membaca satu buku dengan kalimat-kalimat pendek seperti buku seri Naura dari Mizan mampu ia lakukan secara mandiri. Membacanya sudah lebih lancar dan cepat. Ia begitu senang kemudian menantang dirinya sendiri untuk membaca buku lainnya yang lebih kompleks kalimatnya. Ia mengambil 2 buku lagi dan berhasil menuntaskan membacanya sendiri. Senang sekali raut mukanya ketika itu. Saya pun menyemangatinya dan mengatakan bahwa jika ia lebih rajin berlatih dengan membaca berbagai macam buku maka kemampuan membacanya akan meningkat. Ia tersenyum setuju dengan mata berbinar-binar.

Saya merasa, saat ini, kemampuan linguistik Kakak cukup menonjol dibandingkan kemampuan Kakak yang lain. Tapi lagi-lagi, ini baru “perasaan” saya ya, baru persepsi saya dan semoga tidak terjebak dalam persepsi sendiri. Kemampuan Kakak di bidang linguistik juga ditunjukkan melalui dialognya sehari-hari. Di mana ia mampu merangkai kalimat yang cukup baik dan baku dalam berbicara. Seperti malam ini ia berbicara tentang polisi, “Polisi itu bertugas sampai malam ya? Mungkin jika keadaan darurat, dia akan langsung datang ke kantor pusat untuk memeriksa”. Ketika itu, kami memang sedang membicarakan tentang pakdenya yang menjadi polisi dan bertugas di luar kota. 

Oya, ada satu aktivitas lagi yang Kakak sukai dari dulu hingga sekarang. Bermain play doh. Ketika bermain play doh, Kakak lebih sering pretend play sebagai chef. Kakak membuat berbagai macam masakan mulai dari bakso, kue senyum, kue bulan sabit, sosis, dll. Ia cukup berbinar-binar ketika memainkannya. Terlebih kalau saya beri kesempatan untuk melihat video tutorial bermain play doh di YouTube, Kakak sangaaaat senang. Gak ada bosannya menonton berbagai video tentang Play Doh. Padahal ketika menonton yang lain Kakak masih bisa merasa bosan loh. Apa ya yang membuat Kakak sangat tertarik dengan Play Doh? Sepertinya masih perlu dilihat lagi lebih lanjut. 

—–

Melihat apa kemampuan anak, di bidang mana ia menonjol memang tidak mudah. Pegamatan keseharian, kehatian-hatian agar tidak terjebak dalam persepsi dan obsesi sendiri sangat diperlukan. Anak memang cerminan kita orang tuanya, tapi anak adalah pribadi yang berbeda. Bisa jadi anak menyimpan kemampuannya sendiri yang tidak lah pas jika dibandingkan dengan orang tuanya atau dibandingkan dengan anak lain. Bandingkanlah anak kita dengan dirinya sendiri di masa lalu. Apakah ada peningkatan atau kemajuan? Semangat menjadi lebih baik!

#Hari2

#Tantangan10Hari

#Level7

#KuliahBunsayIIP

#BintangKeluarga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *