Cerdas Finansial pada Anak (2)

Posted by

Salah satu PR saya dan suami untuk Kakak adalah bagaimana membuatnya paham bahwa tidak semua keinginannya dapat serta merta kami penuhi. Bahwa belum tentu semua harap bisa terwujud. Bahwa pasti akan ada kerja keras dan doa tak kenal lelah untuk menggapai sesuatu. Itu dulu target kami untuk Kakak.

Selama ini, Kakak masih suka minta sesuatu dengan mendadak. Dan sedikit “ngegas” kalau tidak dipenuhi. Padahal ya, saya dan suami pun sudah cukup tegas dalam hal tidak mudah mengabulkan apa yang diminta anak. Tapi sepertinya, saya memang lebih permisif dibandingkan suami. Mungkin hal ini yang perlu dikurangi. 

Menyikapi hal ini, saya berusaha lebih konsisten lagi. Juga berusaha lebih menjaga emosi supaya ketika nanti anak “ngegas”, saya gak ikutan “ngegas”, malah justru merangkulnya dan memberi pemahaman dengan baik.

Seperti hari ini, Kakak yang lagi melihat saya memegang HP untuk memeriksa orderan nyeletuk

“Bun, lagi liat apa? Mau beliin mainan ya buat Kakak? Aku mau mainan,” katanya setengah merajuk.

“Mau beli mainan? Boleh aja. Tapi pakai uang kamu sendiri ya. Kan kemarin habis bongkar celengan,” ujar saya.

“Ah. Itu kan masih lama. Soalnya uang koinku mau didaur ulang dulu,” balas Kakak.

“Eh daur ulang?,” tanya saya heran.

“Iya, kata ayah duit koinnya mau diganti uang kertas dulu. Baru beli mainan”, jelas Kakak.

“Oalah itu tho maksudnya. Nukernya cepet kok kak. Kakak bersabar dulu aja. Nanti kalo udah dituker, Kakak bisa beli mainan deh. Pasti seru ya Kak bisa beli mainan pakai hasil tabungan sendiri,” ujar saya.

“Iya Bun. Nanti Kakak mau beli playdoh yang gedeeee dan bisa cetak macem-macem ya”, tetep aja ya PESAN SPONSOR selalu ada 😁

#KuliahBunsayIIP

#Tantangan10Hari

#Level8

#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari

#CerdasFinansial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *